VISIT ATJEH 2017 WELCOME TO OUR WEBSITE, JOINT US NOW

Rabu, 29 Maret 2017

JAGO KUNGFU VS UMAT ISLAM

KETIKA JAGO KUNGFU BERHADAPAN DENGAN UMAT ISLAM…
Berikut adalah kisah Hubairoh yang berhadapan dengan Raja China
-----------------
Kami cukupkan pembicaraan yang terjadi antara Hubairah dengan Raja China, ketika Raja China mengancamnya:
Kembalilah kepada sahabat kalian (Qutaibah) dan katakanlah kepadanya agar segera angkat kaki.
Karena aku tahu ketamakannya dan sedikitnya pasukannya, jika tidak maka aku akan mengirim pasukan yang dapat menghancurkan kalian dan dirinya

Hubairah menjawab dengan keberanian dan kemuliaan seorang Muslim:
Bagaimana mungkin dikatakan pasukan yang sedikit orang yang memiliki pasukan di mana kudanya di negerimu sementara akhir kudanya ada di tempat pohon zaitun (al quds)?
Dan bagaimana mungkin disebut tamak orang yang meninggalkan dunia padahal ia mampu untuk meraihnya dan lebih memilih memerangimu?
Adapun ancamanmu kepada kami, maka kami memiliki ajal yang akan kami muliakan dengan dengan pertempuran, kami tidak membenci dan takut kematian
……., lalu Raja China bertanya kepada Hubairoh, Hal apakah yang dapat membuat Ridho Pimpinan kalian?
Hurairoh menjawab:

  1. Ia telah bersumpah tidak akan pulang dari negeri kalian hingga ia menginjak tanah kalian
  2. Menstempel kerajaan kalian
  3. Dan menerima Jizyah
Raja China berkata:
  1. Kalau begitu akan kami akan mengeluarkannya dari sumpahnya (memenuhi sumpahnya) dengan mengirim tanah kami untuk ia pijak
  2. Kami kirim anak-anak kami agar ia menstempelnya
  3. Kami kirimkan Jizyah yang dapat menyebabkannya ridho
---------------
KESIMPULAN:
1. Walaupun terkenal jago kungfu gak serta merta memiliki tekad membaja untuk bisa berperang demi satu tujuan yang mulia
2. Gertakan yang dijawab dengan fakta yang jelas menyebabkan sang Raja menginsyafi bahwa ia sedang berhadapan dengan kaum yang lebih mencintai kematian ketimbang kehidupan
3. Teknik raja dalam menyempurnakan sumpah Qutaibah dengan teknik yang cerdik, yaitu cukup mengirmkan tanah ke wilayah posisi qutaibah yang masih berada di perbatasan china, sehingga menyebabkan qutaibah tidak perlu masuk ke dalam negaranya n menyebabkan mereka terhina di hadapan rakyatnya bahwa mereka tunduk kepada penguasa lain..
WALLAHU A'LAM.

Kunjungi Channel Kami di SINI